NoBar (Nonton Bareng) : The Ten Commandments

Hari ini ternyata libuur.... :D Hmmm, kira kira mau kemana yaa hari ini?... Sebenarnya sih, ada film di bioskop yang pengen banget saya tonton. Sayang dari kemarin ndak sempet sempet nonton et causa kejebak di RS terus. Emang  udah telat sih, tapi Nggak apa apalah ; Better late than never kata orang bijak :D 

Ngomong ngomong soal nonton bioskop, saya jadi inget film bioskop yang pertama kali saya tonton yaitu : The Ten Commandments. Film ini merupakan film kolosal terbaik di jamannya yang menceritakan kisah perjuangan Nabi Musa A.S melawan kezaliman Firaun. The Ten Commandments pada masa itu masuk dalam 7 nominasi Academy Awards termasuk kategori Best Picture dan memenangkan nominasi Best Visual Effect. Pemeran utamanya sendiri, Carlton Heston masuk dalam nominasi Golden Globe Award sebagai pemeran utama terbaik kategori drama. Sedangkan Yul Brynner, pemeran antagonis dalam film ini memenangkan nominasi aktor terbaik dalam National Review Award untuk perannya sebagai Ramses. 

Ketika film ini diputar di bioskop, usia saya waktu itu masih 9 tahun. Tentunya saya masih sangat kecil untuk dapat memahami kualitas sebuah film. Yang saya ingat dengan jelas waktu itu adalah rasa suka cita saya, ketika Ayah, memberitahu saya dan adik laki laki saya bahwa kami akan menonton sebuah film bagus di Bioskop!! 

Terus terang saja, Ayah dan Ibu saya sangat ketat membatasi jenis tontonan kami di kala itu. Sehingga ketika Ayah saya sendiri yang mengajak kami untuk menonton film, tentunya itu adalah sesuatu yang sangat istimewa bagi kami.  Dan benar saja, saya sangat terpesona dengan film tersebut hingga ada beberapa bagian film yang tak terlupakan oleh mata dan ingatan seorang Vicka kecil hingga saat ini. Momen itu berkaitan dengan gambaran berbagai mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Musa AS. Salah satunya adalah ketika Nabi Musa AS berbicara langsung dengan Tuhan (ALLAH SWT) dalam bentuk api yang tidak membakar semak di sebuah bukit, sebagaimana yang diceritakan Al Quran dalam Surat Thaha(20):  
Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa? (QS. 20:9)
Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: “Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu”. (QS. 20:10)
Maka ketika ia datang ke tempat api itu ia dipanggil: “Hai Musa. (QS. 20:11)
Sesungguhnya Aku inilah Rabbmu maka tanggalkanlah kedua terompahmu, sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa. (QS. 20:12)
Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu). (QS. 20:13)
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilah (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. 20:14)
Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. (QS. 20:15)
Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan dari padanya oleh yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu binasa”. (QS. 20:16) 
Berulangkali menonton momen pertemuan antara Tuhan dan Nabi Musa AS di bukit itu, maka berulangkali pula bulu kuduk saya terasa merinding dan juga menitikkan airmata. Seorang Musa yang sejak kecil dibesarkan di lingkungan istana, diantara kalangan terhormat, namun oleh karena ketetapan hatinya dalam menentang perbuatan zalim Firaun dan membela nasib kaumnya bani Israil, menyebabkan dia diusir dari kampung halamannya dengan hinaan dan penderitaan. 

Bila kita menelaah kisah kisah perjuangan para Nabi dan Rasul, maka memang tak satupun diantara mereka yang tidak mengalami hantaman dan perjuangan hebat di jalanNya. Dan kemudian di ujung kesabaran manusia, akhirnya terbukti sesungguhnya ALLah tidak pernah diam, Allah tidak pernah tidur, Allah Maha Melihat serta Maha Mendengar semua doa dan rintihan hambaNya, Allah juga tidak pernah sedetik pun meninggalkan hambaNya, Sehingga kemudian Diapun menjumpai Nabi Musa AS. 

Dan untuk selanjutnya, masih banyak momen momen tak terlupakan dalam film ini yang sebaiknya nanti Anda lihat dan nikmati sendiri :D 

Cara Nobar (Nonton Bareng) The Ten Commandments :
1. Usahakan mempunyai media VLC Media player dalam laptop atau komputer Anda
2. Buat satu folder tersendiri untuk menyimpan file (film dan subtitlenya). Nama file film dan subtitlenya harus sama, contoh : The Ten Commandments
3. Download link filmya via : Mediafire  (Note : buka dgn Mozilla)
4. Download Indonesian subtitlenya : Subtitle (Note : File subtitle dlm btk winrar/zip sehingga perlu diextract terlebih dulu untuk menjadi file bentuk .srt)
5. Putar filmnya, bila anda menggunakan VLC Media player dan semua file sudah dalam satu folder, maka film dan subtitle otomatis akan muncul bersamaan. 
6. Bila Anda menggunakan media KM Player atau GOM Player, maka subtitle dapat dimunculkan secara manual dengan cara klik menu Video, pilih Subtitle Track, lalu pilih Load File. Browse ke tempat file subtitle tersebut berada. 

Film The Ten Commandments sendiri dibuat berdasarkan Kitab Perjanjian Lama. Dengan 10 Firman terkenal sebagai berikut :  
  1. Akulah Tuhan (Allah). Jangan ada padamu Tuhan lain selain-Ku.
  2. Jangan membuat patung (sesembahan) yang menyerupai apapun.
  3. Jangan menyebut nama Tuhan: Allahmu, dengan sembarangan.
  4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.
  5. Hormatilah ayah dan ibumu.
  6. Jangan membunuh.
  7. Jangan berzinah.
  8. Jangan mencuri.
  9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
  10. Jangan mengingini milik sesamamu (Janganlah mengingini istri, atau hamba laki-lakinya, atau hamba perempuannya, atau lembunya, atau keledainya, atau hartanya, atau apapun yang dipunyai sesamamu)
Meskipun film ini dibuat berdasarkan kitab Perjanjian Lama, namun sebagai seorang Muslim, kita tetap dapat mengambil hikmah dan pelajaran besar darinya. Sebagaimana pesan Ibu saya ketika menonton film ini, Bahwa sesungguhnya Islam mengakui keberadaan kitab dan ajaran Nabi yang datang sebelum Nabi Muhammad SAW. Bahkan, di antara ciri orang beriman sekaligus syarat kesempurnaan iman (Rukum Iman) adalah beriman kepada kitab-kitab. Sebagaimana Allah SWT berfirman (yang artinya):
“Katakanlah (wahai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan kitab yang diturunkan kepada kami, dan kitab yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan kitab yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kitab yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS Al-Baqarah: 136)
Dan oleh karena semua Nabi nabi itu pada hakikatnya diutus oleh Tuhan yang sama yaitu Allah SWT dengan perintah KETAUHIDAN yang sama. Serta untuk memperbaiki akhlak bangsa dan umat di masa itu. 
“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (QS. Al-Anbiya: 25)
Lalu kemudian diutuslah Nabi Muhammad SAW, sebagai Nabi terakhir dan rahmat semesta alam yang mengajarkan agama terakhir, yang membenarkan ajaran tedahulu dan kemudian menyempurnakannya untuk diterapkan oleh seluruh umat manusia (bukan untuk kalangan umat dan bangsa tertentu saja) 
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammmad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS. Al-Maidah [5]: 3).
Finally, semoga bermanfaat NoBar Kali ini :D Mohon maaf atas segala kekurangan....

0 komentar:

Posting Komentar

 
Bunda & Baby Z Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template and web hosting